Kampus Tidak Pilih Jadi Operator MBG, Rektor UAD : Pilih Jalur Riset dan Pemberdayaan

Kampus Tidak Pilih Jadi Operator MBG, Rektor UAD : Pilih Jalur Riset dan Pemberdayaan

Prof. Dr. Muchlas, M.T Kampus tidak Pilih Operator MBG, Rektor UAD : Pilih Jalur Riset dan Pemberdayaan--istimewa

YOGYAKARTA, diswayjogja.id - Di tengah dorongan pemerintah agar perguruan tinggi ikut mengelola program Makan Bergizi Gratis (MBG), Universitas Ahmad Dahlan  ( UAD ) memilih mengambil posisi berbeda. Kampus ini menegaskan tidak ingin keluar dari jalur utama Tridharma perguruan tinggi hanya demi menjadi operator program pemerintah.

Rektor UAD,  Prof. Dr. Muchlas, M.T, menilai kontribusi kampus terhadap program strategis nasional tidak harus diwujudkan dalam pengelolaan langsung Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Menurutnya, perguruan tinggi tetap harus menjaga fokus pada pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat.

Fokus utama kami tetap pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, tegas Muchlas saat menanggapi dorongan keterlibatan kampus dalam pengelolaan MBG sabttu, (23/5/2026 )

Ia menjelaskan, UAD tetap mendukung program pemerintah, namun melalui jalur yang sesuai dengan kapasitas akademik kampus. Selama ini UAD aktif melakukan penelitian pangan lokal, inovasi makanan sehat, hingga program pencegahan stunting yang dijalankan lintas program studi.

BACA JUGA : Konser “Bangkitlah Anak Muda” di Titik Nol Jogja, 17 Kampus Serukan Reformasi Jilid II

BACA JUGA : 570 Lulusan Dikukuhkan, Rektor Tegaskan UIN Sunan Kalijaga sebagai Kampus Berdampak

Program tersebut banyak dilakukan oleh Prodi Teknologi Pangan, Gizi, dan Bisnis Jasa Makanan di sejumlah wilayah seperti Gunungkidul dan Kulon Progo.

Kami tetap berkontribusi melalui riset, inovasi pangan, dan pengabdian masyarakat yang sudah berjalan,” ujarnya.

Menurut Muchlas, kampus tidak boleh kehilangan identitas akademiknya di tengah berbagai program strategis nasional yang terus bermunculan. Ia menilai peran perguruan tinggi justru penting dalam menghasilkan inovasi berbasis ilmu pengetahuan yang dapat diterapkan masyarakat secara berkelanjutan.

Selain bidang pangan dan kesehatan, UAD juga aktif mendampingi pelaku UMKM melalui Ahmad Dahlan Halal Center untuk memperoleh sertifikasi halal. Pendampingan itu menjadi bagian dari pengabdian masyarakat sekaligus penguatan ekonomi lokal.

BACA JUGA : Sleman Gencarkan Revolusi Pendidikan, 52 Kampus Sepakat Dukung Beasiswa Sleman Pintar 2026

BACA JUGA :  Wamendiktisaintek Fauzan Ajak Kampus Aktif Atasi Kasus MBG dan Stunting

Atas kiprahnya tersebut, UAD sebelumnya meraih penghargaan Best Halal Innovation on Academic Achievement dalam ajang Indonesia Halal Industry Award 2024 dari Kementerian Perindustrian RI.

Muchlas memastikan kampus akan tetap memperkuat kualitas riset dan inovasi akademik di tengah perkembangan teknologi dan perubahan kebutuhan masyarakat.

Kampus harus tetap menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan sekaligus solusi bagi masyarakat,” tandasnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: