Damkar Sleman Dijebak DC Pinjol, Bupati Harda Kiswaya: Kami Akan Perbaiki Sistem
Bupati Sleman Harda Kiswaya prihatin atas penjebakan Damkar oleh DC pinjol. Pemkab Sleman berjanji memperbaiki sistem layanan darurat agar kejadian serupa tidak terulang.--FOTO: Anam AK/diswayjogja.id
SLEMAN, diswayjogja.id - Bupati Sleman, Harda Kiswaya, menyampaikan keprihatinannya atas kasus penyalahgunaan layanan darurat oleh debt collector (DC) pinjaman online yang menjerat petugas pemadam kebakaran (Damkar) Sleman.
Harda menyebutkan kejadian tersebut menjadi perhatian serius pemerintah daerah karena layanan darurat seharusnya digunakan untuk kepentingan masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
“Ya tentu kita prihatin, layanan darurat malah dipakai oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Kita seperti ditipu,” ujarnya saat ditemui di kawasan permukiman Mrican, Jumat (24/4/2026) sore.
Menurut Harda, pihaknya akan melakukan evaluasi dan perbaikan sistem agar kejadian serupa tidak kembali terulang di masa mendatang.
BACA JUGA : Nama Bawaslu Muncul dalam Rapat Hibah, Harda Kiswaya: Saya Tidak Tahu
BACA JUGA : Hakim Soroti Peran Harda Kiswaya dalam Penyusunan Aturan Hibah Pariwisata Sleman
“Semoga tidak terulang, nanti akan ada perbaikan supaya bisa mendeteksi hal-hal seperti ini. Kami perbaiki sistemnya,” katanya.
Dia juga berharap proses hukum yang saat ini tengah berjalan dapat mengungkap pelaku di balik aksi penipuan tersebut.
“Ya mudah-mudahan tidak terulang lagi,” tambahnya singkat.
Sebelumnya, kasus penjebakan layanan darurat oleh DC pinjol terjadi di Sleman pada Rabu (22/4/2026). Tidak hanya ambulans, petugas Damkar Sleman juga menjadi korban laporan palsu.
BACA JUGA : Ambulans Baru RSUD Prambanan untuk Tekan Kematian Ibu dan Bayi
BACA JUGA : Genjot Layanan Kesehatan, Bupati Brebes Serahkan Bantuan 2 Ambulance dan 1 Mobil Jenazah Bagi RSUD-Puskesmas
Ambulans MER-C Yogyakarta sempat menerima panggilan darurat untuk menjemput pasien di wilayah Caturtunggal. Namun, setelah tiba di lokasi, pasien yang dimaksud tidak ditemukan.
Admin ambulans, Aziz Apri Nugroho, mengungkapkan bahwa penelepon ternyata merupakan debt collector yang memanfaatkan layanan darurat untuk menagih utang.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: