Walk for Peace 2026 Masuk Yogyakarta, 51 Biksu Bawa Pesan Perdamaian
IWFP 2026 untuk pertama kalinya bakal singgah di Yogyakarta. Kehadiran 51 biksu ini diharapkan memperkuat toleransi dan moderasi beragama di DIY.--dok. Pemda DIY
YOGYAKARTA, diswayjogja.id - Tradisi perjalanan spiritual Indonesian Walk for Peace (IWFP) 2026 menghadirkan pengalaman berbeda dengan menjadikan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sebagai salah satu titik pemberhentian para biksu.
Kehadiran IWFP di Yogyakarta menjadi momen spesial karena untuk pertama kalinya daerah ini masuk dalam rute perjalanan para biksu yang menempuh ribuan kilometer demi menyebarkan pesan perdamaian lintas negara.
Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X, menyambut positif kegiatan tersebut. Menurutnya, IWFP sejalan dengan upaya pemerintah dalam memperkuat moderasi beragama di tengah masyarakat.
“Tentu IWFP ini sejalan dengan cita-cita Pemda DIY dalam membangun moderasi kehidupan beragama, yakni saling menghargai dan menghormati satu sama lain. Sejak awal, nilai-nilai tersebut telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat DIY,” ujarnya saat audiensi di Gedong Pareanom, Senin (20/4/2026).
BACA JUGA : Sri Paduka Ingatkan BPN Soal Status Tanah di Wilayah Keistimewaan DIY
BACA JUGA : Peparda DIY 2025 Berlangsung di Gunungkidul, Ini Pesan Sri Paduka untuk Atlet yang Berlaga
Dia berharap kehadiran IWFP dapat menjadi ruang untuk memperkuat kehidupan damai antarumat beragama di Yogyakarta.
Menurutnya, DIY selama ini dikenal sebagai daerah yang menjunjung tinggi toleransi, meskipun tetap terdapat potensi gangguan dari pihak yang tidak bertanggung jawab.
“Kehadiran para biksu di DIY diharapkan dapat semakin menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya moderasi beragama, serta memperkuat komitmen dalam menjaga kerukunan,” tambahnya.
Ketua Panitia IWFP 2026 wilayah DIY, Tandean Harry Setio Subagio, menegaskan bahwa Yogyakarta menjadi titik pemberhentian yang sangat istimewa dalam perjalanan tahun ini.
BACA JUGA : Rektor UGM Temui Sri Paduka, Bahas Program Afirmasi Pendidikan untuk Masyarakat DIY
BACA JUGA : DIY Raih Predikat Provinsi Layak Anak 2025, Sri Paduka Dorong Bangun SDM Berkualitas
“Baru pertama kali, justru ini sangat spesial bagi DIY sebagai city of tolerance, dan moderasinya sangat luas sekali untuk membangun satu sinergi antar masyarakat,” jelasnya.
Pihaknya menilai kegiatan ini tidak hanya berdampak pada aspek keagamaan, tetapi juga sosial hingga pariwisata.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: