3.966 Warga Brebes Berstatus Pasien ODGJ Terlayani Kesehatan, 33 Masih Dalam Kondisi Terpasung

3.966 Warga Brebes Berstatus Pasien ODGJ Terlayani Kesehatan, 33 Masih Dalam Kondisi Terpasung

BERKALA - Tim pemegang program kesehatan jiwa Dinkesda Brebes bersama melakukan pemeriksaan kesehatan berkala bagi pasien ODGJ sesuai pelayanan standar.-ISTIMEWA-

BREBES, diswayjogja.id - Sebanyak 3.966 warga Kabupaten Brebes, berstatus pasien Orang Dengan Gangguan Jiwa. Bahkan, seluruh jumlah tersebut sudah terlayani pengobatan di fasilitas layanan Dinas Kesehatan Daerah kota bawang.

Namun, tercatat 33 pasien terpaksa dalam pasungan lantaran masih suka mengamuk. Akumulasi temuan kasus ODGJ, merupakan capaian kinerja program kesehatan jiwa sepanjang Januari-Desember 2025.

Kepala Dinkesda Brebes dr Heru Padmonobo mengungkapkan, berdasarkan hasil pemetaan dan pendampingan Program Pencegahan dan Pengendalian Kesehatan Jiwa.

Tren pasien berstatus ODGJ, masih didominasi karena Skizofrenia dan Gangguan Psikotik sepanjang 2025. Bahkan, status kasus baru yang ditemukan masuk kategori menengah hingga berat.

BACA JUGA : Januari Hingga Agustus 2025, Dinkes Brebes Catat Angka Kematian Ibu 20 dan Kematian Bayi 168 Kasus

BACA JUGA : Sambut Mudik Lebaran, Dinkesda Brebes Siagakan 35 Pos Layanan Kesehatan Pada Semua Titik Jalur Mudik

"Hasil skrining ODGJ, usia 0-14 tahun sebanyak 81 pasien, usia 15 - 59 tahun tercatat 3779 pasien dan usia lebih dari 60 tahun sebanyak 106 pasien. Semuanya sudah mengakses layanan kesehatan secara berkala," jelasnya saat dikonfirmasi Senin (13/4) pagi.

Bertambahnya temuan kasus ODGJ, lanjut Heru, terjadi dalam empat tahun terakhir. Namun, dari total jumlah pasien ODGJ masih didominasi usia produktif dengan gangguan Skizofrenia dan psikologis akut.

Bahkan, dengan kategori kasus ODGJ sedang hingga berat pengawasan khusus masih sangat diperlukan guna menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

"Masih terjadinya ODGJ dalam pasungan, karena kondisinya berpotensi melukai diri sendiri. Termasuk, mengancam keselamatan orang lain karena emosinya sangat sulit dikendalikan," terangnya.

Lebih lanjut Heru Padmonobo menuturkan, urangnya pengawasan minum obat dari keluarga juga menjadi penyebab yang akhirnya pasien ODGJ yang sdh membaik kembali relaps.

BACA JUGA : Bupati dan Dinkesda Brebes Jamin Kesehatan Pengungsi Tanah Bergerak Desa Sridadi Kesehatannya Terlayani Speling

BACA JUGA : Dinkesda Brebes Dampingi Tim Kemenkes Blusukan Tangani Pasien Kusta Wilayah Cikeusal Kidul dan Kersana

Sehingga, dalam penyelesaian permasalahan kesehatan jiwa perlu adanya peran seluruh elemen , baik pemerintah, desa, lingkungan tempat tinggal dan keluarga. Bahkan, Dinkesda Brebes, Dinsos dan Dindukcapil sudah bersinergi untuk memberikan pelayanan ODGJ sesuai standart.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: