Doddy Micro, Seniman Pantomim Yogyakarta yang Awal Kisahnya Dianggap Aneh
Kisah Doddy Micro, seniman pantomim Yogyakarta yang sukses mengubah hobi sejak SMK menjadi sumber penghasilan dan pernah juara ajang televisi nasional.--FOTO: Anam AK/diswayjogja.id
YOGYAKARTA, diswayjogja.id - Sosok pria dengan riasan wajah putih khas pantomim tampak mengundang perhatian pengunjung di Pasar Kangen Lodji Paris.
Dialah Doddy Micro, seniman pantomim asal Yogyakarta yang telah menekuni seni ini selama lebih dari satu dekade.
Pria bernama lengkap Doddy Veryanto (31) ini mulai mengenal pantomim sejak duduk di bangku SMK. Ketertarikannya muncul justru dari rasa penasaran terhadap seni yang berbeda dari teater pada umumnya.
“Awalnya merasa aneh. Kok pantomim itu berbanding terbalik sama teater ya. Teater butuh vokal tinggi, tapi pantomim malah tanpa suara, drama bisu,” ujarnya kepada Disway Jogja, Minggu (5/4/2026).
BACA JUGA : Mengenal Tarot Wayang, Seni Ramalan Berbalut Budaya Jawa di Jogja
BACA JUGA : Soimah Ungkap Perjalanan Hidup di Yogyakarta, Curhat ke Sri Sultan Soal Pajak Seniman
Namun dari keanehan itulah, Doddy justru menemukan kenyamanan. Dia mulai mendalami pantomim saat belajar di SMKI Negeri 1 Kasihan, Bantul, yang memberinya dasar kuat di dunia teater dan ekspresi tubuh.
“Lebih mengajarkan body language. Dari situ terus nyaman di pantomim, sampai akhirnya jadi hobi dan pekerjaan sejak 2012,” katanya.
Seiring waktu, panggungnya tak lagi hanya di jalanan atau acara lokal. Doddy pernah mengikuti ajang pencarian bakat di salah satu televisi swasta dan berhasil meraih juara pertama.
“Ada perlombaan, kita ikut. Nggak nyangka bisa juara satu dari ribuan peserta. Setelah itu banyak dilirik televisi,” kenangnya.
BACA JUGA : Kisah Seniman Mural Eko Virgi asal Yogyakarta yang Mengalirkan Seni dari Hati
BACA JUGA : Mural di Yogyakarta Dihapus, Seniman Sebut Pembungkaman Eskpresi Seni
Meski sempat merasakan sorotan layar kaca, Doddy tetap kembali ke akar seninya dengan menghibur masyarakat secara langsung. Baginya, kebahagiaan terbesar adalah melihat penonton tersenyum.
“Sukanya itu bisa menghibur penonton, memberikan keceriaan. Itu yang bikin terus semangat,” tuturnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: