Menemukan Ketenangan di Purwokerto Ini Itinerari 3 Hari 2 Malam untuk Liburan Singkat
Mencari Ketenangan di Purwokerto--
diswayjogja.id – Bagi masyarakat Jakarta, rutinitas harian yang padat dan kemacetan yang seolah tak berujung seringkali memicu keinginan untuk melarikan diri sejenak. Mencari destinasi yang tenang namun tetap memiliki aksesibilitas yang baik menjadi prioritas utama. Dalam beberapa tahun terakhir, sebuah kota kecil di kaki Gunung Slamet, Purwokerto, mulai mencuri perhatian sebagai destinasi short getaway yang ideal. Hanya dengan menempuh perjalanan sekitar lima jam menggunakan moda transportasi kereta api, para pelancong sudah bisa menanggalkan bisingnya klakson dan menggantinya dengan semilir angin pegunungan yang menyejukkan.
Purwokerto memang tidak memiliki keriuhan sebesar Yogyakarta atau kemewahan mal-mal di Bandung, namun di situlah letak kekuatannya. Kota ini menawarkan sesuatu yang jauh lebih berharga: kenyamanan dan kehangatan yang jujur. Seorang figur publik kenamaan, Pandji Pragiwaksono, pernah melontarkan kalimat yang sangat representatif mengenai kota ini, bahwa Purwokerto mungkin tidak seistimewa kota-kota besar lainnya dalam hal kemegahan, tetapi ia memiliki level kenyamanan yang sulit ditemukan di tempat lain. Ungkapan ini menjadi pemantik bagi banyak orang untuk membuktikan sendiri pesona tersembunyi di ibu kota Kabupaten Banyumas ini.
Meskipun wilayahnya tergolong tidak terlalu luas, Purwokerto menyimpan kekayaan alam dan budaya yang luar biasa. Julukan "Kota Seribu Curug" bukanlah isapan jempol semata, mengingat banyaknya air terjun eksotis yang tersebar di wilayah Baturaden. Selain itu, sisi kuliner kota ini juga sangat kuat, memadukan resep-resep warisan abad ke-19 dengan tren kekinian yang digemari generasi muda. Perpaduan antara alam yang masih asri, situs-situs bersejarah, dan geliat ekonomi kreatif menjadikannya paket lengkap untuk menghabiskan waktu akhir pekan yang berkualitas.
Agar perjalanan Anda lebih terorganisir dan berkesan, diperlukan sebuah perencanaan yang matang untuk menyusuri setiap jengkal kota ini dalam waktu singkat. Mulai dari mencari sarapan yang otentik hingga menikmati gemerlap lampu kota dari ketinggian, setiap momen di Purwokerto memiliki ceritanya sendiri. Berikut adalah panduan perjalanan komprehensif selama tiga hari dua malam yang dirancang untuk memberikan pengalaman terbaik bagi Anda yang ingin merasakan denyut nadi kehidupan di Purwokerto.
BACA JUGA : 6 Rekomendasi Wisata Purwokerto Paling Cocok untuk Sarana Berlibur Bareng Keluarga, Cek Disini
BACA JUGA : Ragam Pilihan Wisata Purwokerto Terbaru 2025, Asyik dan Instagramable Wajib Dikunjungi Saat Liburan
Hari Pertama
Petualangan dimulai begitu Anda menginjakkan kaki di Stasiun Purwokerto. Setelah menyelesaikan urusan administrasi di penginapan, agenda pertama yang tidak boleh dilewatkan adalah mencicipi Soto Ayam Jalan Bank H. Loso. Kedai ini bukan sekadar tempat makan, melainkan bagian dari sejarah kuliner setempat yang sudah berdiri sejak dekade 1970-an. Keunikan soto ini terletak pada kuahnya yang jernih namun gurih, yang kemudian diperkaya dengan sentuhan sambal kacang yang lembut. Perpaduan soun, tauge, dan suwiran ayam kampung menciptakan simfoni rasa yang akan langsung memulihkan energi Anda setelah perjalanan jauh.
Setelah perut kenyang, sore hari adalah waktu yang paling tepat untuk mengunjungi Gubug Sabin. Destinasi ini menawarkan konsep kuliner di tengah hamparan sawah yang hijau dan udara pedesaan yang bersih. Di sini, pengunjung bisa mencoba Nasi Grombyang, sebuah sajian nasi berkuah gelap yang menyerupai rawon namun memiliki profil bumbu yang lebih ringan. Suasana senja di tempat ini sangat pas untuk Anda yang ingin mengobrol santai sembari menikmati pemandangan alam yang masih alami dengan harga yang sangat bersahabat bagi kantong.
Malam harinya, arahkan tujuan Anda ke Menara Teratai, landmark terbaru yang menjadi kebanggaan warga Banyumas. Menara ini menawarkan pemandangan kota 360 derajat dari lantai lima. Bagi mereka yang tidak takut ketinggian, jembatan kaca di puncaknya memberikan sensasi adrenalin tersendiri. Area bawah menara juga sangat hidup dengan penyewaan sepeda listrik yang menambah keseruan malam. Untuk menutup hari pertama, kawasan Kebondalem menanti dengan berbagai pilihan makanan modern. Di sini, Anda bisa melihat bagaimana anak muda Purwokerto menghabiskan malam dengan menikmati kopi, dimsum, hingga ramen di tenda-tenda kuliner yang tertata rapi.
Hari Kedua
Memasuki hari kedua, perjalanan diarahkan menuju kawasan yang lebih tinggi, yaitu Baturaden. Sebelum mulai menjelajah air terjun, mulailah pagi Anda di Kedai Kopi & Kue Balok Kang Sute. Bayangkan menyantap kue balok hangat di tepi sungai kecil sambil memandangi sawah yang luas; sebuah kemewahan visual yang hampir mustahil didapatkan di Jakarta. Setelah itu, destinasi utama adalah Curug Kanesia. Tersembunyi di balik terminal, air terjun ini menawarkan ketenangan luar biasa dengan akses yang tidak terlalu berat. Airnya yang jernih dan segar sangat menggoda siapa pun untuk sekadar bermain air atau berenang ringan.
BACA JUGA : Menghidupkan Tradisi Lewat Kedai Rempah Bang Toyib di Purwokerto
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: