Daftar Rekomendasi Destinasi Sarapan Paling Ikonik di Yogyakarta

Daftar Rekomendasi Destinasi Sarapan Paling Ikonik di Yogyakarta

Soto Bathok Mbah Katro--

diswayjogja.id – Yogyakarta tidak pernah gagal memberikan alasan bagi siapa pun untuk kembali berkunjung. Selain atmosfer keraton yang kental dengan nilai sejarah dan keramahan penduduknya, kota ini merupakan surga bagi para pemburu cita rasa yang tak kenal waktu. Ketika cahaya matahari mulai mengintip dari balik Gunung Merapi, kehidupan di Yogyakarta langsung berdenyut kencang melalui aroma masakan yang mengepul dari sudut-sudut jalan. Bagi penduduk lokal maupun wisatawan, ritual pagi hari di Jogja bukan sekadar kegiatan mengisi perut, melainkan sebuah bentuk apresiasi terhadap kekayaan budaya yang tersaji dalam sepiring hidangan.

Tradisi kuliner pagi di Yogyakarta menawarkan spektrum pilihan yang sangat luas, mulai dari gerobak kaki lima yang bersahaja hingga kafe modern yang menawarkan sudut pandang estetik. Banyak orang beranggapan bahwa sarapan di Jogja hanya terbatas pada gudeg, namun kenyataannya kota ini menyimpan segudang kejutan kuliner yang jauh lebih variatif. Dari kuah soto yang bening menyegarkan hingga jajanan pasar yang legit, setiap sajian memiliki cerita dan karakteristiknya masing-masing. Menikmati sarapan di kota ini adalah cara terbaik untuk meresapi semangat "Jogja Istimewa" sebelum memulai petualangan panjang mengeksplorasi berbagai objek wisata.

Menariknya, lokasi-lokasi sarapan di Yogyakarta sering kali menawarkan pengalaman yang bersifat sensorik. Bayangkan Anda menyantap hidangan hangat di tengah hamparan sawah yang hijau dengan udara yang masih bersih dari polusi, atau duduk santai di bangunan bergaya kolonial yang membawa Anda kembali ke masa lalu. Tren kuliner saat ini juga menuntut tempat makan untuk tidak hanya enak di lidah, tetapi juga indah secara visual. Itulah mengapa banyak tempat sarapan di Jogja kini mengusung konsep desain yang unik, menjadikannya destinasi favorit bagi mereka yang gemar mengabadikan momen di media sosial.

Memilih tempat untuk mengawali hari di Yogyakarta memang bisa menjadi tantangan tersendiri karena banyaknya pilihan yang menggoda. Namun, kunci dari pengalaman kuliner yang berkesan adalah keberanian untuk mencoba resep-resep warisan yang telah bertahan selama puluhan tahun. Dalam artikel ini, kita akan mengulas secara mendalam sepuluh destinasi sarapan paling ikonik yang wajib masuk ke dalam daftar kunjungan Anda. Bersiaplah untuk memulai perjalanan rasa yang akan membuat liburan Anda di Yogyakarta terasa semakin sempurna dan penuh energi.

BACA JUGA : Jejak Akulturasi Tionghoa di Yogyakarta Jadi Rekomendasi Destinasi Wisata Imlek 2026

BACA JUGA : Menikmati Kemegahan Cakrawala Yogyakarta Untuk Liburan Imlek 2026 di HeHa Sky View

Soto Bathok Mbah Katro

Terletak di sekitar area situs sejarah Candi Sambisari, Soto Bathok Mbah Katro menawarkan pengalaman makan yang tidak konvensional. Keunikan utamanya terletak pada penggunaan tempurung kelapa atau bathok sebagai pengganti mangkuk keramik. Sajian soto daging sapi ini memiliki kuah yang sangat bening dan ringan, namun kaya akan rasa kaldu yang gurih. Suasana pedesaan dengan gubuk-gubuk bambu yang tertata rapi membuat momen sarapan terasa sangat santai dan merakyat. Tambahan lauk seperti sate usus, tempe goreng yang renyah, dan perkedel akan melengkapi kesegaran kuah sotonya.

The House of Raminten

Bagi Anda yang mencari nuansa Jawa yang kental namun dengan sentuhan eksentrik, The House of Raminten di kawasan Kotabaru adalah tempatnya. Sejak pagi hari, restoran ini sudah menyajikan menu-menu tradisional seperti bubur ayam, soto, hingga nasi kucing dengan presentasi yang naik kelas. Interiornya yang penuh dengan ornamen klasik, aroma dupa yang khas, serta musik gamelan yang lembut menciptakan atmosfer yang sangat magis. Ini adalah tempat yang sempurna bagi mereka yang ingin sarapan sekaligus berburu foto-foto cantik karena setiap sudut bangunannya sangat artistik.

Gudeg Yu Djum

Berbicara sarapan di Jogja tanpa menyebut Gudeg Yu Djum tentu terasa ada yang kurang. Tempat ini adalah pemegang standar untuk gudeg jenis kering yang autentik. Karakteristik utamanya adalah rasa manis yang pas, dipadukan dengan krecek yang pedas menyengat dan ayam kampung yang bumbunya meresap hingga ke tulang. Meskipun cabangnya kini sudah tersebar di berbagai sudut kota, kualitas rasanya tetap konsisten sejak dahulu kala. Banyak wisatawan yang menjadikan tempat ini sebagai persinggahan pertama sesampainya di Jogja untuk merasakan "selamat datang" yang sesungguhnya.

Warung Pojok Mbak Yuni

Warung ini sangat terkenal dengan menu nasi ramesnya yang melimpah. Salah satu lauk yang paling dicari adalah telur dadar "gobal-gabul" yang tebal dan gurih serta sayur lodeh yang kaya akan rempah. Dengan harga yang sangat terjangkau, Anda sudah bisa mendapatkan porsi makan yang sangat mengenyangkan. Lokasinya yang berada di pinggir jalan raya tidak mengurangi minat pengunjung yang rela mengantre demi sepiring kenikmatan rumahan ini.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait