Menelusuri Eksotisme Sungai Amandit River Tubing di Loksado yang Ramah Kantong

Menelusuri Eksotisme Sungai Amandit River Tubing di Loksado yang Ramah Kantong

Eksotisme Sungai Amandit River Tubing di Loksado--

diswayjogja.id – Melepaskan diri sejenak dari rutinitas pekerjaan dan hiruk-pikuk kehidupan perkotaan sering kali dianggap sebagai sebuah kebutuhan primer di masa modern ini. Liburan akhir pekan menjadi momen yang paling dinantikan bagi banyak orang untuk menyegarkan pikiran dan memulihkan energi sebelum kembali menghadapi tumpukan tugas di hari Senin. Namun, hambatan utama yang sering kali muncul adalah keterbatasan waktu dan besarnya biaya yang harus dikeluarkan jika memilih destinasi luar kota yang jauh. Beruntungnya, konsep wisata alam berbasis komunitas kini mulai menjamur dan memberikan solusi bagi mereka yang mencari pengalaman autentik tanpa harus menguras tabungan atau mengambil cuti panjang.

Salah satu tren wisata yang belakangan ini kian populer di kalangan pencinta alam adalah river tubing. Berbeda dengan rafting atau arung jeram yang menggunakan perahu karet besar untuk kelompok, river tubing menawarkan sensasi yang lebih personal dan santai dengan menggunakan ban dalam kendaraan yang telah dimodifikasi. Aktivitas ini memungkinkan wisatawan untuk merasakan kedekatan yang lebih intim dengan aliran sungai, sembari menikmati pemandangan hutan di sekelilingnya dengan kecepatan yang lebih lambat namun tetap memacu adrenalin pada titik-titik arus tertentu. Aktivitas ini sangat inklusif, karena dapat dinikmati oleh berbagai kalangan, mulai dari remaja hingga orang dewasa, tanpa memerlukan keahlian khusus dalam berenang.

Provinsi Kalimantan Selatan menyimpan satu permata tersembunyi yang sangat ideal untuk jenis wisata seperti ini, yakni kawasan Loksado di Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS). Loksado telah lama dikenal sebagai jantung dari Pegunungan Meratus yang menawarkan bentang alam hijau nan asri serta keberagaman budaya masyarakat Dayak Meratus. Keunggulan utamanya terletak pada aliran Sungai Amandit yang jernih dengan bebatuan alami yang tersusun cantik di sepanjang jalur sungai. Suasana desa yang tenang dan udara yang masih bebas polusi menjadikan Loksado sebagai destinasi pelarian yang sempurna bagi warga Kalimantan Selatan maupun wisatawan dari luar daerah yang mendambakan kedamaian alam.

Meskipun potensi wisatanya sangat luas, banyak pelancong yang masih merasa bingung bagaimana menyusun jadwal perjalanan agar waktu satu hari mereka di Loksado bisa maksimal. Kuncinya terletak pada perencanaan itinerary yang efektif, yang mencakup pengaturan waktu keberangkatan hingga pemilihan aktivitas yang tidak terlalu melelahkan namun tetap berkesan. Dengan hanya mengalokasikan waktu dari pagi hingga sore hari, Anda sudah bisa menikmati serunya bertualang di sungai sekaligus bersantai di tepian hutan. Berikut adalah panduan mendalam dan rencana perjalanan satu hari yang dirancang khusus untuk membantu Anda mengeksplorasi keindahan Loksado dengan cara yang paling seru dan ekonomis.

BACA JUGA : Liburan Hemat Tahun Ini Daftar Promo Spesial The Jungle Waterpark Bogor Januari 2026

BACA JUGA : Menjelajahi Rekomendasi Taman Terpopuler di Bogor untuk Piknik Keluarga, Berikut Info Selengkapnya Disini

Agenda Perjalanan

09.00 WITA — Memulai Perjalanan dari Titik Keberangkatan

Petualangan dimulai dengan melakukan perjalanan darat menuju Kecamatan Loksado. Jika Anda berangkat dari pusat Kota Kandangan, yang merupakan ibu kota Kabupaten Hulu Sungai Selatan, perjalanan ini akan melewati jalanan yang berkelok-kelok dengan pemandangan perbukitan hijau di kanan dan kiri. Akses jalan menuju lokasi saat ini sudah cukup baik untuk dilalui oleh kendaraan pribadi, baik roda dua maupun roda empat. Sangat disarankan untuk memulai perjalanan tepat waktu agar Anda memiliki durasi yang cukup untuk menikmati suasana alam sebelum matahari terlalu terik.

11.00 WITA — Mencapai Titik Kumpul di Desa Hulu Banyu

Setibanya di kawasan Loksado, tujuan pertama Anda adalah Desa Hulu Banyu. Desa ini merupakan pusat aktivitas wisata air di wilayah tersebut. Salah satu tempat yang paling sering dijadikan basis operasional atau basecamp bagi para peselancar sungai adalah Villa Kantawan Lestari. Lokasi ini menjadi titik koordinasi utama di mana para pengelola lokal berkumpul dan menyiapkan segala keperluan teknis bagi para pelancong yang ingin merasakan sensasi menyusuri Sungai Amandit.

11.20 WITA — Persiapan Teknis dan Prosedur Keselamatan

Sebelum terjun ke air, setiap peserta wajib mengikuti sesi registrasi dan pengarahan singkat (briefing). Hal ini sangat penting untuk memastikan keselamatan selama aktivitas berlangsung. Pengelola lokal di Kantawan Lestari akan membagikan perlengkapan keamanan yang terdiri dari ban tubing khusus serta jaket pelampung.

BACA JUGA : Menjelajahi Destinasi Spot Jogging Terbaik di Kota Solo dan Bekasi Untuk Olahraga Outdoor

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: