Kasus Love Scam Yogyakarta, Polisi Kejar Bos di China Lewat Interpol
Polresta Yogyakarta membongkar praktik penipuan online bermodus love scamming jaringan internasional yang beroperasi di sebuah kantor di Jalan Gito Gati, Ngaglik, Sleman, Rabu (7/1/2026), enam orang tersangka dari PT Altair Trans Service ditetapkan polisi--Foto: Anam AK/diswayjogja.id
YOGYAKARTA, diswayjogja.id – Polresta Yogyakarta terus mengembangkan pengungkapan kasus love scam yang menjerat sejumlah korban, termasuk menelusuri keberadaan bos jaringan yang diduga berada di China.
Kasat Reskrim Polresta Yogyakarta, Kompol Riski Adrian, mengatakan sejauh ini polisi baru menangkap pemilik atau owner operasional yang bread di Indonesia. Sementara pihak-pihak lain yang diduga terlibat masih dalam proses pendalaman.
“Yang kita tangkap itu owner-nya. Untuk yang di Lampung, kami sudah koordinasi dengan Polda Lampung dan masih dalam proses di sana,” ujar Riski saat dikonfirmasi, Senin (12/1/2026).
Dia mengungkapkan, bos utama jaringan love scam tersebut diduga merupakan warga negara China dengan inisial Z. Namun, data yang dimiliki penyidik masih sangat terbatas.
BACA JUGA : Kantor di Jalan Gito Gati Sleman Jadi Sarang Love Scamming Internasional, Polisi Tetapkan 6 Tersangka
BACA JUGA : Omzet Love Scamming di Sleman Tembus Puluhan Miliar per Bulan, Polisi Ungkap Skema dan Alur Konten Porno
“Kita baru punya nama dari keterangan tersangka. Orangnya warga negara China dan baru sekali masuk ke Indonesia,” katanya.
Terkait upaya penangkapan pelaku di luar negeri, Riski menegaskan pihaknya tidak bisa bertindak langsung karena keterbatasan yurisdiksi antarnegara. Oleh sebab itu, Polresta Yogyakarta telah mengajukan permohonan melalui Hubungan Internasional (Hubinter) Polri.
“Bos yang di China itu sudah kita surati lewat Hubinter. Nanti diteruskan ke kepolisian China melalui NCB dan mekanismenya lewat Interpol,” jelasnya.
Menurut Riski, jika pelaku berhasil diamankan oleh kepolisian setempat, proses selanjutnya akan menunggu mekanisme penyerahan, baik melalui Interpol maupun kerja sama antarnegara.
BACA JUGA : Love Scam Dikendalikan dari Cina di Jogja, Pekerja Hanya Modal Bahasa Inggris
BACA JUGA : Tipu Konter HP Rp 4,5 Juta di Parangtritis, Pelaku Gunakan Screenshot Transfer Palsu
“Tidak bisa kita datang langsung ke China untuk menangkap, karena setiap negara punya aturan dan yurisdiksi masing-masing,” tegasnya.
Sementara itu, terkait barang-barang yang digunakan dalam operasional love scam, Riski menyebut para pekerja sempat hendak mengambil aset tersebut. Namun polisi meminta mereka melengkapi dokumen kepemilikan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: