Pasca Insiden Liga 4 DIY, PSSI Evaluasi Wasit dan Lakukan Refreshment Law of the Game
Asprov PSSI DIY melakukan evaluasi menyeluruh terhadap wasit dan perangkat pertandingan usai insiden pelanggaran keras di Liga 4 Piala Gubernur DIY, selain evaluasi wasit, PSSI DIY juga menggelar refreshment Law of the Game untuk menegakkan fair play.--dok. IST
YOGYAKARTA, diswayjogja.id – Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI DIY melakukan evaluasi menyeluruh terhadap perangkat pertandingan usai insiden pelanggaran keras yang terjadi pada laga Liga 4 Piala Gubernur DIY.
Selain evaluasi wasit, PSSI DIY juga menggelar refreshment Law of the Game (LOTG) bagi seluruh perangkat pertandingan.
Panitia Disiplin Asprov PSSI DIY, Wendy Umar Seno Aji, mengatakan langkah tersebut diambil sebagai tindak lanjut atas kejadian pelanggaran serius dalam pertandingan antara UAD FC melawan KAFI di Lapangan Sitimulyo pada pekan kelima Liga 4 DIY.
“Setelah kejadian tersebut, kami langsung berkoordinasi dengan Komite Wasit. Video pertandingan kami kirimkan untuk diinvestigasi, dicek, dan dievaluasi apakah keputusan yang diambil perangkat pertandingan sudah tepat,” ujar Wendy dalam konferensi pers di Wisma PSSI, Kota Yogyakarta, Kamis (8/1/2026).
BACA JUGA : Insiden Liga 4 Piala Gubernur DIY 2025, Pemain KAFI FC Diberi Sanksi Larangan Sepakbola Seumur Hidup
BACA JUGA : KAFI Jogja Minta Maaf dan Terima Putusan Komdis PSSI DIY Terkait Insiden Liga 4
Dia menjelaskan, seluruh pertandingan Liga 4 Piala Gubernur DIY disiarkan secara langsung melalui live streaming, sehingga memudahkan proses evaluasi berbasis rekaman video dan laporan resmi pengawas pertandingan.
“Apabila dalam evaluasi ditemukan keputusan yang tidak tepat, Komite Wasit akan memberikan pembinaan hingga sanksi kepada perangkat pertandingan sesuai ketentuan,” katanya.
Sebagai langkah preventif, Asprov PSSI DIY juga menginstruksikan Komite Wasit untuk melakukan refreshment kembali kepada seluruh wasit dan penilai wasit. Kegiatan tersebut mencakup penguatan pemahaman Law of the Game, kelas materi, serta tes kebugaran fisik.
“Refreshment sebenarnya rutin dilakukan setiap tahun sebelum kompetisi seperti Piala Suratin dan Liga 4. Namun setelah kejadian ini, kami lakukan kembali agar perangkat pertandingan benar-benar siap dan mampu menegakkan fair play,” jelasnya.
BACA JUGA : PSIM Jogja Taklukkan Semen Padang, Van Gastel: Kemenangan yang Pantas
BACA JUGA : Main 10 Pemain Lawan Kendal Tornado FC, Kevin Gomes Soroti Kepemimpinan Wasit
Dia menegaskan, kejadian pelanggaran keras yang sempat viral tersebut menjadi pelajaran penting bagi seluruh pihak yang terlibat dalam sepak bola DIY, mulai dari pemain, ofisial, hingga perangkat pertandingan.
“Harapannya ke depan, semua pihak menjunjung tinggi fair play. Setiap tindakan di lapangan ada konsekuensinya dan tidak akan ditoleransi,” tegasnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: