10 Destinasi Terfavorit Nataru di Sleman, Kaliadem Teratas
Wisatawan memadati Candi Prambanan, Sleman, pada libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.--Foto: Kristiani Tandi Rani/diswayjogja.id
SLEMAN, diswayjogja.id - Arus wisatawan selama libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 memperlihatkan perubahan menarik dalam peta destinasi favorit di Kabupaten Sleman.
Berdasarkan data sepuluh besar destinasi wisata pada periode 15 Desember 2025 - 5 Januari 2026, total kunjungan wisatawan tercatat mencapai 807.569 orang, dengan dominasi kuat pada kawasan wisata alam lereng Merapi.
Kawasan Kaliadem muncul sebagai destinasi dengan jumlah kunjungan tertinggi, mencatat 324.043 wisatawan sepanjang periode libur akhir tahun.
Lonjakan paling signifikan terjadi pada rentang 21 hingga 28 Desember 2025, dengan puncak kunjungan harian pada 28 Desember 2025 yang melampaui 30.000 wisatawan dalam satu hari.
Angka ini menempatkan Kaliadem jauh di atas destinasi lain di Sleman.
BACA JUGA : Sleman Terapkan Manajemen Talenta ASN, Dorong Meritokrasi
BACA JUGA : Mlati Menang Xpander, Bank Sleman Luncurkan e-Kalurahan dan UMKM Award
Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman, Kus Endarto, mengatakan tingginya kunjungan tersebut mencerminkan pergeseran preferensi wisatawan ke destinasi berbasis alam dan edukasi.
“Kaliadem menawarkan pengalaman yang berbeda karena wisatawan tidak hanya menikmati alam, tetapi juga mendapatkan edukasi kebencanaan Merapi. Ini menjadi daya tarik yang kuat, terutama saat libur panjang,” katanya.
Di peringkat kedua, Candi Prambanan mencatat total kunjungan 219.280 wisatawan.
Meski berada di bawah Kaliadem, Prambanan tetap menunjukkan performa stabil dengan peningkatan kunjungan pada akhir pekan dan hari besar Natal.
Pada beberapa hari puncak, jumlah wisatawan harian berkisar antara 16.000 hingga 18.000 orang, menandakan konsistensi minat terhadap wisata sejarah dan budaya.
BACA JUGA : Konsumsi BBM di DIY dan Jateng Naik Selama Nataru, Dex Series Melonjak hingga 35,6 Persen
BACA JUGA : Wisatawan Mancanegara Serbu Yogyakarta Saat Nataru, Pengguna Kereta Api Tembus 13 Ribu
“Prambanan memiliki pasar yang relatif stabil karena segmentasinya jelas, baik wisatawan domestik maupun rombongan keluarga,” ucapnya.
Sementara itu, Kawasan Kaliurang menempati posisi ketiga dengan total 131.338 wisatawan.
Lonjakan kunjungan terutama terjadi pada 25 hingga 28 Desember 2025, ketika kondisi cuaca mendukung dan wisatawan memanfaatkan libur panjang untuk rekreasi alam.
Kaliurang tetap menjadi destinasi favorit bagi wisatawan domestik yang menginginkan suasana pegunungan dan udara sejuk.
Menurutnya, data ini memperlihatkan bahwa wisata alam masih menjadi tulang punggung pariwisata Sleman saat libur panjang.
BACA JUGA : Kunjungan Wisata Jogja Melonjak Saat Nataru, Pengeluaran Wisatawan Capai Rp3 Juta
BACA JUGA : Angkutan Nataru 2025/2026 Tuntas, KAI Daop 6 Yogyakarta Layani 1,13 Juta Penumpang
“Dominasi Kaliadem, Kaliurang, dan destinasi alam lainnya menunjukkan bahwa wisata berbasis alam masih menjadi magnet utama. Tantangannya adalah mengelola kepadatan agar tidak menimbulkan tekanan lingkungan dan tetap berkelanjutan,” tuturnya.
Berdasarkan data Top 10 destinasi wisata Kabupaten Sleman selama libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (periode 15 Desember 2025–5 Januari 2026), urutan destinasi dengan jumlah kunjungan tertinggi adalah sebagai berikut:
1. Kawasan Kaliadem dengan total kunjungan 324.043 wisatawan.
2. Candi Prambanan dengan total kunjungan 219.280 wisatawan.
3. Kawasan Kaliurang dengan total kunjungan 131.338 wisatawan.
4. Ibarbo Park dengan total kunjungan 39.669 wisatawan.
5. Waterboom Jogja dengan total kunjungan 31.846 wisatawan.
6. Tebing Breksi dengan total kunjungan 22.370 wisatawan.
7. Umbul Sidomulyo dengan total kunjungan 14.166 wisatawan.
8. Studio Alam Gamplong dengan total kunjungan 11.080 wisatawan.
9. Candi Ratu Boko dengan total kunjungan 10.933 wisatawan.
10. Citra Grand Mutiara Waterpark dengan total kunjungan 2.844 wisatawan.
Secara keseluruhan, libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 menegaskan posisi Sleman sebagai salah satu pusat pergerakan wisata terbesar di Daerah Istimewa Yogyakarta, dengan pola kunjungan yang semakin terkonsentrasi pada destinasi alam dan edukatif.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: