34 Komunitas Sleman Jaga Sungai Jadi Ruang Publik dan Ekosistem

34 Komunitas Sleman Jaga Sungai Jadi Ruang Publik dan Ekosistem

Plt Kepala DLH Sleman, Sugeng Riyanta, saat ditemui media di Sungai Baciro, Minggu (4/1/2025)--Foto: Kristiani Tandi Rani/diswayjogja.id

SLEMAN, diswayjogja.id — Aliran sungai di Sleman tidak hanya menjadi sumber kehidupan, tetapi juga tantangan lingkungan. 

Sungai yang melintasi tiga wilayah ini sering membawa material dari daerah hulu, termasuk sampah dan sedimen, yang menuntut penanganan lintas wilayah.

Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sleman, Sugeng Riyanta, menegaskan pentingnya koordinasi dan pemberdayaan masyarakat.

“Karena sungai ini melintasi tiga daerah, maka tidak bisa dipungkiri bahwa aliran sungai membawa material dari wilayah lain ke sini. Namun demikian, kami tetap berkomitmen menjaga sungai,” katanya, Minggu (4/1/2025). 

Untuk menghadapi tantangan ini, Sleman mengandalkan komunitas lokal. 

Saat ini telah terbentuk 34 komunitas peduli sungai yang tergabung dalam Forum Komunitas Sungai Sleman. 

BACA JUGA : Jembatan Winongo Bantul Tergerus Sungai, BPBD Tutup Sementara dan Masyarakat Diminta Gunakan Jalur Alternatif

BACA JUGA : Sungai Code Dibersihkan Lagi, CCTV dan Penerangan Disiagakan

"Bahkan ada beberapa komunitas yang aktif hingga ke wilayah perbatasan, terutama di kawasan Baciro dan sekitarnya," ucapnya. 

Pendekatan melalui komunitas juga diiringi dukungan anggaran. 

“Melalui APBD, kegiatan komunitas ini dianggarkan secara rutin setiap tahun, dan komunitas akan menggerakkan masyarakat di lingkungan bantaran sungai,” tuturnya. 

Program Pemkab Sleman mendorong masyarakat untuk berperan aktif, mulai dari bersih-bersih hingga penghijauan di bantaran sungai.

"Program kami tidak hanya sebatas bersih-bersih sungai, tetapi juga menjaga ekosistem sungai agar tetap baik. Termasuk kegiatan penanaman dan penghijauan sebagai upaya konservasi sungai serta sumber mata air," ujarnya. 

Selain itu, pemerintah juga melakukan pemetaan dan inventarisasi untuk meminimalkan pencemaran. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: