Poncosari Kuatkan Koperasi Nelayan, Armada Baru Targetkan Kenaikan Produksi 25 Persen

Poncosari Kuatkan Koperasi Nelayan, Armada Baru Targetkan Kenaikan Produksi 25 Persen

Istriyani, Kepala DKP DIY, saat meninjau fasilitas armada dan aset perikanan yang akan dialihkan ke Koperasi Desa Merah Putih sebagai bagian penguatan ekonomi pesisir.--Foto: Kristiani Tandi Rani/diswayjogja.id

BANTUL, diswayjogja.id - Kunjungan kerja Menteri Kelautan dan Perikanan ke Kawasan Nelayan Merah Putih (KNMP) Desa Poncosari, Kecamatan Srandakan, Bantul, Jumat (2/1/2025), memberi arah baru bagi penguatan ekonomi pesisir setempat. 

Melalui skema pengelolaan berbasis koperasi, sejumlah aset bantuan pemerintah pusat akan difokuskan untuk mendorong produksi perikanan dan kesejahteraan masyarakat nelayan.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) DIY, Istriyani, mengatakan bahwa aset-aset yang selama ini dikelola pemerintah daerah akan dialihkan ke Koperasi Desa Merah Putih agar pemanfaatannya lebih terintegrasi dan berkelanjutan. 

Pemerintah daerah akan memberi pendampingan teknis agar pengelolaan berjalan sesuai tujuan program.

“Kita akan mengumpulkan OPD-OPD terkait, karena tadi Pak Bupati menyampaikan bahwa aset-aset ini nantinya akan diserahkan kepada Koperasi Desa Merah Putih. Kami akan mendampingi agar pengelolaannya dapat berjalan sesuai harapan,” katanya. 

Menurutnya, langkah berikutnya adalah membangun sinergi antar-pemangku kepentingan melalui pembentukan Tim Pembina KNMP. 

BACA JUGA : Koperasi Desa Merah Putih di Bantul Mulai Berjalan, ASN Jadi Motor Penggerak Awal

BACA JUGA : Menjelang Libur Akhir Tahun, Koperasi Andong Wisata Siapkan Kuda Sehat dan Penyesuaian Tarif

Tim ini akan berkolaborasi dengan berbagai pihak di tingkat daerah sehingga proses penguatan kelembagaan, peningkatan produksi, dan distribusi hasil perikanan dapat berjalan terarah.

“Setelah ini akan ada pertemuan para stakeholder. Kita akan membentuk Tim Pembina KNMP dan berkolaborasi dengan KDNP, sehingga prosesnya terarah. Kami tidak ingin bantuan yang diberikan pemerintah pusat ini kemudian ‘kurang bermakna’,” ucapnya.

Selain penguatan kelembagaan, sektor produksi juga menjadi perhatian. 

Saat ini, kawasan telah dilengkapi sejumlah fasilitas tambahan, antara lain 10 unit perahu dan 20 unit mesin, yang diharapkan mampu meningkatkan kapasitas melaut dan daya saing nelayan lokal. 

Namun ia menegaskan bahwa keberhasilan program tidak hanya diukur dari selesainya pembangunan fisik, melainkan dari kemampuan masyarakat memanfaatkan aset secara optimal.

"Kalau soal bangunan, itu selesai. Namun yang lebih penting adalah bagaimana memanfaatkan seluruh aset yang telah diterima masyarakat. Tugas kami adalah memastikan bantuan ini benar-benar memberi manfaat,” tuturnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: