Jalan Ringan Jadi Prioritas Sleman 2026, Tol 8 Ton Diatur agar RPJM Cepat Tercapai
Jalan di Sleman yang menjadi fokus pemeliharaan 2026.--Foto: Kristiani Tandi Rani/diswayjogja.id
SLEMAN, diswayjogja.id - Pemerintah Kabupaten Sleman menyiapkan strategi baru dalam pemeliharaan jalan pada 2026 dengan fokus pada kondisi jalan yang tergolong ringan.
Langkah ini diharapkan dapat mempercepat pencapaian target Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) tanpa harus menunggu anggaran besar.
Kepala Bidang Bina Marga, Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman, Fauzan Ma’ruf, mengatakan hasil survei menunjukkan bahwa sebagian besar kondisi jalan termasuk kategori usaha ringan.
"Misalnya lubang kecil. Rata-rata dalam 100 meter, hanya ada 1–2 lubang, bahkan jika ada 10 lubang pun tidak tergolong berat," katanya, Jumat (26/12/2025).
Pendekatan ini memungkinkan pemerataan pemeliharaan, karena alokasi anggaran bisa ditentukan per segmen.
BACA JUGA : Bukan Hadiah Pribadi: 6.000 Becak Listrik Sudah Jalan, Yogyakarta Dapat 200 Unit dari Program Negara
BACA JUGA : Koperasi Desa Merah Putih di Bantul Mulai Berjalan, ASN Jadi Motor Penggerak Awal
Ia menambahkan dengan alokasi sekitar 17 juta rupiah per segmen, tidak semua panjang jalan akan ditangani sekaligus.
"Tapi fokus pada segmen yang paling membutuhkan perbaikan," ucapnya.
Target RPJM untuk jarak jalan matang diharapkan tercapai hingga 80,8 persen.
"Insya Allah, target bisa terpenuhi dengan anggaran minimal seperti di 2026. Jika anggaran meningkat di tahun-tahun berikutnya, pencapaian target RPJM akan lebih cepat," tuturnya.
Ia menjelaskan desain tol hanya untuk kendaraan maksimal 8 ton dengan kecepatan maksimal 40 km/jam.
BACA JUGA : Nataru 2025, Polda DIY Batasi Akses Jalan Solo hingga Prambanan demi Cegah Kemacetan
BACA JUGA : Jelang Nataru, 43 Sopir Jeep Merapi Sleman Jalani Tes Urine
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: