Kawisari Coffee Menyajikan Nuansa Alam Kebun Tua Cocok Untuk Healing
Kawisari Coffee--
diswayjogja.id - Mencari tempat yang tenang dengan nuansa alam di tengah hiruk-pikuk kota besar seperti Jakarta bisa jadi sebuah tantangan. Namun, kehadiran Kawisari Coffee di kawasan Menteng seolah menjadi oase yang menawarkan keteduhan dan kenyamanan. Kafe ini adalah cabang dari All About Koffie by Kawisari yang telah berdiri sejak tahun 1870, membawa serta warisan tradisional Indonesia yang kental ke dalam setiap sajiannya.
Ketika memasuki area kafe, pengunjung akan disambut oleh pepohonan besar yang rindang di halaman depan, menciptakan suasana sejuk dan asri. Masuk lebih dalam, dekorasi interiornya yang didominasi oleh elemen kayu dan nuansa rumah tua yang dipugar memberikan perasaan nyaman dan hangat.
Kawisari Coffee menempati area yang sama dengan restoran Lara Djonggrang, yang juga dikenal dengan sentuhan kolonialnya yang kental. Perpaduan antara bangunan tua dan tanaman merambat di sekitarnya menambah kesan damai dan bersejarah. Setiap sudut kafe ini seolah bercerita, dengan lukisan-lukisan seniman Indonesia seperti Basoeki Abdullah yang menghiasi dinding-dindingnya.
Konsep yang diusung oleh Kawisari Coffee adalah mengutamakan keaslian tradisional Indonesia. Menu-menu yang disajikan pun merupakan comfort food yang sudah akrab di lidah masyarakat Indonesia, dari camilan hingga hidangan utama, semuanya dibuat dengan resep otentik yang tidak pelit bumbu.
BACA JUGA : 7 Daftar Oleh-oleh Khas Lembang Terpopuler, Cocok Dijadikan Buah Tangan Istimewa
BACA JUGA : Cari Spot Sarapan Enak dan Murah di Yogyakarta? Ini 5 Rekomendasinya Paling Wajib Dicicipi
Ragam Camilan Tradisional dan Hidangan Utama Berempah
Camilan Pembuka yang Membawa Nostalgia
Sebagai kafe yang mengutamakan menu khas Indonesia, Kawisari Coffee menawarkan berbagai pilihan camilan tradisional. Kami mencoba dua camilan khas, yaitu Colenak dari Jawa Barat dan Serabi dari Solo.
Colenak yang terbuat dari tapai disajikan dengan cocolan gula merah. Tekstur tapainya lembut namun sedikit padat, sangat nikmat saat dikunyah. Gula merahnya memiliki konsistensi yang pas, tidak terlalu encer maupun kental, dan berpadu sempurna dengan rasa asam khas tapai.
Serabi Solo disajikan hangat dengan sedikit modifikasi pada adonannya, yaitu penambahan pasta pandan yang membuatnya semakin harum. Serabi ini semakin lezat dengan topping potongan nangka yang legit dan santan yang gurih.
Hidangan Utama dengan Bumbu Khas
Selain camilan, Kawisari Coffee juga menyajikan beragam menu utama yang dimasak dengan resep otentik dan bumbu rempah yang meresap. Ayam Goreng Kremes di sini disajikan dengan sambal goreng terasi yang pedas dan manis. Selain itu, ada juga Nasi Besek Bebek Goreng Sambal Ireng. Bebeknya dimasak dengan bumbu lengkuas, digoreng hingga renyah, dan disajikan dengan serundeng yang gurih dan harum.
BACA JUGA : 8 Kuliner Malam Khas Kediri Paling Legend dan Nikmat, Wajib Coba Dengan Cita Rasa Terlezat 2025
BACA JUGA : 5 Tempat Makan Gudeg Enak Dekat Stasiun Tugu Jogja, Legendaris dan Ramah di Kantong
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: