Baru Enam Bulan Berlatih, Atlet Difabel Joko Pramono Sumbang Prestasi untuk Sleman
Joko Pramono, atlet angkat berat difabel peraih dua medali perak, berfoto seusai menerima bonus apresiasi di Pendopo Parasamya Pemkab Sleman, Senin (1/12/2025).--Foto: Dok - Kristiani Tandi Rani/diswayjogja.id
SLEMAN, diswayjogja.id - Perjalanan Joko Pramono sebagai atlet angkat berat baru dimulai enam bulan lalu.
Meski terbilang singkat, ia mampu membuktikan kemampuan dan konsistensinya dengan ikut berkompetisi dalam ajang Porda dan Peparda DIY 2025.
Pada ajang kali ini, ia berhasil mendapatkan 2 medali perak. Atas dedikasi itu, ia memperoleh tali asih dari Pemkab Sleman sebanyak Rp 13 juta.
Joko ditemui seusai penyerahan bonus apresiasi bagi atlet dan pelatih di Pendopo Parasamya, Pemerintah Kabupaten Sleman, Senin (1/12/2025).
Ia mengaku tak pernah menyangka dapat melangkah sejauh ini dalam waktu yang relatif singkat.
“Saya kebetulan atlet baru. Iya, baru enam bulan,” katanya sambil tersenyum.
BACA JUGA : Danang Maharsa Pimpin SOIna DIY, Olahraga Inklusif untuk Difabel Intelektual Jadi Prioritas di Yogyakarta
Sebelum masuk ke cabang olahraga angkat berat, ia sempat mencoba beberapa pilihan lain.
Ia kemudian memperdalam pengetahuan melalui berbagai referensi hingga akhirnya menemukan bahwa angkat berat paling sesuai dengan keadaan fisiknya.
“Dari baca-baca literatur itu, angkat berat lebih cocok dengan kondisi fisik saya,” ucapnya.
Ia mengaku tidak mengalami kendala berarti dalam proses latihan maupun pertandingan.
Ia menjelaskan bahwa aktivitas dalam cabang olahraga ini dapat menyesuaikan kondisi atlet, termasuk bagi penyandang disabilitas.
“Untuk angkat berat, tidak ada kendala. Aktivitasnya bisa dilakukan dengan kursi roda, jadi tidak harus berdiri,” tuturnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: